Pesan Ustaz Das'ad Latif Dalam Doa Bersama Pemilu Damai Polda Riau

Ribuan warga yang memadati lapangan apel Polda Riau dalam kegiatan doa bersama.
Ribuan warga yang memadati lapangan apel Polda Riau dalam kegiatan doa bersama.

Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar doa bersama Pemilu damai, Jum'at (24/11/2023). Kegiatan yang diawali Salat Subuh berjamaah ini menghadirkan Ustaz Das'ad Latif sebagai penceramah.


Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal hadir langsung bersama pejabat utama dan jajaran Kapolres di Bumi Lancang Kuning. Turut hadir sejumlah pejabat daerah serta perwakilan partai politik.

Ustaz Das'ad menjelaskan, salah sebab munculnya perpecahan bangsa adalah momen-momen politik, terutama Pemilu. Diapun menghimbau masyarakat agar dalam menjalankan Pemilu jangan terbawa ke perasaan atau baper.

"Pemilu jangan baper, Pemilu pakai akal sehat, tidak ada kejayaan yang mau dicapai kejayaan kalau kita rusuh, menang terpilih presiden tapi efeknya rusuh tidak ada gunanya," jelas Ustaz Das'ad.

Ustaz Das'ad mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan. Umat Islam punya pedoman karena ada salah satu ayat yang mengikat yang artinya, "berpegang teguhlah engkau kepada tali persaudaraan agama Allah, jangan tercerai berai".

"Dalam negara, kita diikat pancasila, ada yang mengikat sila ketiga yaitu persatuan Indonesia," katanya.

Dia mengingatkan bagaimana Sumpah Pemuda terwujud puluhan tahun lalu yang dilakukan anak muda. Sejumlah pemuda perwakilan dari Jong Ambon hingga Jong Java berkumpul di Jakarta pada 28 Oktober 1928.

"Padahal anak muda belasan tahun, mereka berkumpul membuat ikrar yang intinya Sumpah Pemuda itu membawa Indonesia bersatu," jelasnya.

Menurut Ustaz Das'ad, kejayaan Indonesia bisa tercapai dengan modal persatuan. Dia mengaku dalam persatuan itu ada perbedaan sehingga tidak mungkin ada kampanye persatuan kalau semua sudah sama.

"Kita berbeda suku, ras dan agama, tetap kita harus bersatu," ujarnya.

Dalam pelaksanaan Pemilu, tambah Ustaz Das'ad, terjadi perbedaan partai hingga beda calon yang didukung. Hal itu dipersilahkan karena merupakan hak demorasi.

"Namun jangan sampai terpecah karena pemilihan presiden," imbuh Ustaz Das'ad.