Masyarakat Wajib Bijak Sebar Konten Pemilu di Medsos, Terbukti Hoax Ini Hukumannya

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Masyarakat Riau diminta berhati-hati jika menyebar konten terkait dengan Pemilihan Umum (Pemilu). Jika terindikasi menyebar hoax atau berita bohong, pelaku akan diciduk oleh tim Subdit V Siber Reskrimsus Polda Riau.


Kasubdit V Siber Reskrimsus Polda Riau, Kompol Fajri menerangkan, pelaku bisa dijerat pidana dan terancam hukuman 6 tahun penjara. 

"Saat ini Pemilu sudah memasuki tahap kampanye," kata Fajri, Selasa siang, 28 November 2023.

Pihaknya kata Fajri, rutin melakukan patroli siber di dunia maya. Ini guna mengantisipasi agar tidak terjadi penyebaran konten-konten hoax yang dapat berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan.

"Kita dari kepolisian khususnya Polda Riau sedang menjalankan Operasi Mantap Brata, tim Siber juga melaksanakan operasi tersebut sebagai Satgas Siber," jelas Fajri.

Fajri menerangkan, tigas Satgas Siber melaksanakan patroli terhadap akun-akun media sosial yang berkaitan dengan kampanye atau pemilihan capres cawapres.

Pihaknya dalam hal ini melakukan pemantauan. Apakah ada ditemukan konten-konten yang berkaitan dengan hoax atau berita bohong.

"Ini bisa dijerat pidana, UU ITE Pasal 45 ancaman hukuman 6 tahun penjara," tegas Kasubdit V Siber Polda Riau.

Fajri berujar, sejauh ini berdasarkan hasil patroli siber yang dilakukan, belum ada ditemukan pelanggaran atau tindak pidana. Begitu pun terkait laporan, juga belum ada diterima.

Fajri mengimbau masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial.

"Jangan cepat untuk menyebarkan tanpa disaring terlebih dahulu, tetap harus ada dianalisa, apakah itu berita benar atau bohong," katanya.